Jumat, 21 September 2018
REVEIW SEMINAR KEMARITIMAN UMB 2018
Nama: Adam Rizki Ramli (44318010059)
Program Studi : Digital Advertising & Marketing Communication
Pada tanggal 29 agustus 2018 bertepatan dengan hari rabu hadirlah sesosok tangguh nan peduli negeri kita di kampus ini kampus kesayangan ku tempat yang elok untuk menuntut ilmu Uneversitas Mercubuana sejak jam 7 pagi telah siaga menyampaikan rasa sayangnya terhadap negri, yaitu Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, SE. MM yang terhormat telah hadir.
Pembahasan beliau mengenai bahwa 70 berbanding 30 ilaah perbandingan luas lautan dengan daratan sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi negara-negara di dunia yang memiliki kepentingan laut untuk memajukan maritimnya. Seiring perkembangan lingkungan strategis, peran laut menjadi signifikan serta dominan dalam mengantar kemajuan suatu negara.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Merupakan suatu Negara dengan luas perairan lebih besar dari pada luas daratan, maka dari itu Indonesia disebut sebagai Negara Maritim.
Keindahan bahari dan hasil laut yang dimiliki Indonesia tentu memiliki kualitas terbaik. Mulai pulau yang cantik akan isi lautnya seperti terumbu karang dan tumbuhan laut. Luas terumbu karang di Indonesia mencapai 50.875 kilometer persegi yang menyumbang 18% luas total terumbu karang dunia dan 65% luas total di coral triangle. Sebagian besar terumbu karang ini berlokasi di bagian timur Indonesia.
Luas wilayah kelautan di Negara Indonesia melebihi dari daratan, itu yang membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemewahan yang luar biasa dalam sektor kelautan. Kekayaan laut yang dimiliki seperti ikan, udang, dan berbagai jenis hewan laut lainnya membuat perhatian masyarakat luar negeri menjadi meyukai hasil laut Indonesia. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersediri bagi Negara asing atau orang yang tidak bertanggungjawab yang memungkinkan melakukan tindak kejahatan teradap Indonesia. Memanfaatkan kekayaan bahari Indonesia dengan menangkap ikan secara ilegal (ilegal fishing).
Pak Laksamana menjelaskan kepada kita semua bahwa, di negara maritim ini kita harus lebih menghargai Kelautan. Mencintai segala yang ada di Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar